Jakarta

Bertahan hidup tidur dan ditampung oleh kawan,. Bingung kawanku saja kerja gaji pas-pasan, sedangkan aku laki-laki pengecut tanpa penghasilan. 

Jakarta, kota adu nasib orang-orang desa. Dari jaman Bapakku jakarta bercerita hebat. 

Nyatanya banyak sekali disini rakyat sengsara. 

Nyatanya banyak orang yang lupa sebagai manusia. 

Terlalu banyak kebenaran yang telah tertutup oleh gedung. 

Terlalu banyak keringat yang tak lagi berharga

Terlalu banyak air mata yang tak sanggup untuk menangis. 

Terlalu banyak kemewahan yang tak digapai tak mampu ditinggalkan. 20/6 Menteng Atas




Komentar

Postingan Populer